Kain Songket

Kain songket adalah jenis kain tenunan tradisional yang tergolong dalam keluarga tenunan brokat. Bagi pecinta kain di Indonesia, atau wilayah rumpun melayu, tentu sangat mengenal jenis kain tenunan ini. Karena kain songket adalah jenis kain tenunan tradisional melayu dan minangkabau di Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam.

Kain songket ditenun dengan tangan sehingga nilai seni dan harga yang dimiliki sangat tinggi. Kain songket biasanya menggunakan benang emas dan perak. Nah, bisa dibayangkan kan harganya kira-kira berapa rupiah :D

Kisaran harga kain songket dengan panjang 2 meter dan lebar 1 meter misalnya, bisa mencapai Rp. 500.000 hingga Rp. 5.000.000. Nilai harga tersebut memang pantas untuk sebuah kain songket, karena bahan dan cara pengerjaan dilakukan dengan manual.

Pada umumnya, kain songket digunakan pada acara-acara resmi seperti acara adat, keagamaan, atau pernikahan. Hal ini beralasan juga, melihat daya tarik dari kain songket yang menggunakan benang logak metalik yang ditenun dan menimbulkan efek kemilau yang cemerlang.


Kain songket biasanya dikenakan melilit seperti sarung, dikalungkan ke bahu, atau sebagai hiasan kepala. Hiasan kepala atau topi yang menggunakan kain songket biasanya dipakai oleh sultan, pangeran, atau bangsawan kesultanan melayu. Topi ini dinamakan Tanjak.

Istilah Kain Songket

Istilah Kain Songket Kata songket berasal dari istilah kata sungkit, yang berarti "mencungkil" atau "mengait". istilah kata ini terkait dengan cara membuat kain songket, yaitu dengan cara mengaitkan dan mencungkil kain tenun, lalu menyelipkan benang emas atau perak di dalamnya.



Selain itu, menurut pendapat beberapa orang, terutama daerah Palembang di Provinsi Sumatera Selatan, kata songket berasal dari kata songka, yaitu songkok yang dipercaya pertama kalinya dibuat dan ditenun dengan benang emas.

Asal Mula Kain Songket

Secara sejarah, asal mula kain songket berasal dari peradaban melayu. Dan menurut sementara orang kain songket ini diperkenalkan dan dibawa dari pedang India atau Arab. Sedangkan menurut hikayat dari Palembang, asal mula kain songket berasal dari perdagangan zaman dahulu antara pedagang dari Tiongkok dan India. Orang Tionghoa yang menyediakan benang sutra, sedangkan orang India menyediakan benang emas dan perak. Maka jadilah kain songket.

Di Indonesia sendiri, kain songket dikaitkan dengan masa keemasan kerajaan Sriwijaya. Perniagaan maritim di sekitar abad ke-7 hingga abad ke-13 di Pulau Sumatera. Yang paling menonjol berada di wilayah Palembang. Karena pusat kerajinan pada saat itu berpusat di daerah tersebut. Songket Palembang merupakan songket terbaik di Indonesia baik diukur dari segi kualitas.

Pusat Kerajinan Songket

Pusat kerajinan kain songket di Indonesia berada di wilayah Sumatera, Kalimantan, Bali, Sulawesi, Lombok, dan Sumbawa. Di provinsi Sumatera Barat, pusat kerajinan kain songket yang terkenal berada di daerah Pandai Sikek dan Silungkang.


Di luar Indonesia, kawasan pengrajin songket dapt ditemukan di wilayah Malaysia di Pesisir Semenajung Malaya khususnya industri rumahan di pinggir Kota Bahru, Kelantan, dan Trengganu. Selain Malaysia, pengrajin kain songket juga bisa ditemukan di Brunei Darussalam.
Previous
Next Post »

2 comments

Click here for comments
Rudy Hidana
admin
September 16, 2015 at 6:32 PM ×

apa saja bahan-bahan yg di gunakan , dan macam-macam jenis/motif yang ada?

Reply
avatar
Thanks for your comment